Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium?

Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium?

Ketahuilah bahwa setiap wanita berisiko untuk menderita kista ovarium. Tapi Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium? Berikut ini bisa kita simak ulasan lengkapnya dalam pembahasan berikut ini!

Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium?

Kista ovarium kerap kali menyerang para wanita di masa reproduksinya, yaitu ketika usia belasan tahun selepas haid pertama hingga periode kehidupannya menjelang menopause. Kista ovarium sendiri adalah sebuah massa atau benjolan kistik yang tumbuh di indung telur. Kista ovariun bisa diumpamakan layaknya sebuah balon yang diisi dengan cairan.

Kista ovarium terbagi atas dua yaitu kista fungsional dan kista patologi. Kebanyakan kista ovarium adalah kista fungsional karena terbentuk selama siklus menstruasi normal atau setelah telur dilepaskan sewaktu ovulasi.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tumbuhnya kista ovarium pada wanita. Apa sajakah faktor tersebut? Berikut ini kita jabarkan.

  • Riwayat kista ovarium

Wanita yang mempunyai riwayat kista ovarium di keluarganya atau wanita yang sebelumnya pernah memiliki kista ovarium, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki kista ovarium.

  • Usia

Wanita yang berusia di antara usia pubertas sampai usia menopause menempati risiko paling tinggi untuk menderita kista ovarium. Sebab, pada masa-masa tersebut wanita masih mengalami periode menstruasi. Di mana pada saat wanita mengalami menstruasi, kista ovarium bisa saja terbentuk. Hal ini tidak begitu bermasalah selama kista ovarium bisa hilang dengan sendirinya, tidak membesar, dan tidak menyebabkan gejala.

Dan kista ovarium jarang terjadi pada wanita setelah masa menopause. Akan tetapi, wanita yang sudah menopause dan mempunyai kista ovarium mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium.

Ada beberapa jenis kista ovarium yang dapat terbentuk sebelum wanita menopause. Namun, yang paling umum terjadi adalah jenis kista fungsional. Jenis kista fungsional ini terbagi menjadi dua, yaitu kista yang tumbuh pada folikel atau biasa disebut kista folikel, dan kista yang terbentuk di korpus luteum setelah telur dilepaskan atau biasa disebut kista korpus luteum.

Baca Juga : Adakah Makanan yang Bisa Menyebabkan Kista Ovarium?

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi saat bagian dari jaringan yang melapisi rahim atau endometrium terbentuk di bagian luar rahim, seperti pada tuba falopi, ovarium, kandung kemih, usus besar, vagina, atau rektum. Terkadang, kista terbentuk pada jaringan ini. Kista yang terbentuk karena endometriosis ini disebut dengan endometrioma. Kista ini dapat menyebabkan Anda merasa sakit saat berhubungan seksual dan selama periode menstruasi.

  • Sindrom ovarium polikistik atau PCOS

Wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik mempunyai risiko kista ovarium yang lebih tinggi. Sindrom ovarium polikistik terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup hormon bagi folikel dalam ovarium untuk melepaskan sel telur. Akibatnya, terbentuklah kista folikel. Sindrom ovarium polikistik juga dapat mengganggu produksi hormon pada wanita, sehingga banyak masalah yang dapat terjadi karena hal ini.

  • Kemoterapi dengan tamoxifen

Wanita penderita kanker payudara yang pernah menjalankan kemoterapi dengan tamoxifen memiliki risiko kista ovarium yang lebih tinggi. Tamoxifen dapat menyebabkan terbentuknya kista ovarium fungsional. Namun, kista ini dapat hilang setelah pengobatan selesai.

  • Obat penyubur kandungan

Obat penyubur kandungan biasanya dipakai untuk membantu anda ovulasi. Seperti gonadotropin, clomiphene citrate, atau letrozole. Hal ini tentu dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh anda. Sehingga, penggunaan obat penyubur kandungan juga dapat meningkatkan risiko kista ovarium, umumnya kista fungsional. Penggunaan obat ini dapat menyebabkan terbentuknya kista dalam jumlah banyak dan berukuran besar.

Itulah beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena kista ovarium pada wanita. Jadi, Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium? Bisa anda sendiri seperti yang telah disebut di atas.

Sementara itu, untuk mengobati kista ovarium, ada rekomendasi yang tepat dari pakar kesehatan reproduksi ternama Indonesia – Boyke Dian Nugraha – yaitu Ladyfem. Ladyfem ini merupakan obat herbal yang diformulasikan khusus untuk mengatasi berbagai macam masalah kewanitaan, termasuk kista. Khasiatnya dalam mengobati kista pun sudah teruji dan terbukti, sudah banyak testimoninya. Kualitasnya pun tidak perlu diragukan lagi, karena Ladyfem sudah terdaftar di BPOM RI.

Baca Juga : Obat Herbal Kista Ovarium Yang Bagus dan Ampuh

Pengobatan Herbal Kista Ovarium Tanpa Operasi

Untuk mengetahui informasi lebih lanjutnya, atau jika anda ingin berkonsultasi, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin OBAT HERBAL PSORIASIS

 

Baca artikel menarik lainnya :

Apakah Penderita Kista Ovarium Masih Bisa Hamil?
Apakah Penderita Kista Ovarium Masih Bisa Hamil?
Cara Mengendalikan Penyakit Psoriasis Dengan Benar
Bisakah Penderita Diabetes Lakukan Transplantasi Ginjal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *