Apakah Kista Ovarium Bisa Berubah Menjadi Kanker?

Apakah Kista Ovarium Bisa Berubah Menjadi Kanker?

Apakah Kista Ovarium Bisa Berubah Menjadi Kanker? Mungkin itu salah satu pertanyaan yang saat ini anda ketahui jawabannya sebagai penderita kista ovarium. Nah untuk itu, simak saja pembahasan berikut ini yang akan membahas mengenai kista ovarium dan peluangnya berubah menjadi kanker.

Apakah Kista Ovarium Bisa Berubah Menjadi Kanker?Menurut dr. Pribakti, Sp.OG (K) dari RS yang ada di Banjarmasin – menyatakan bahwa kista ovarium sering dijumpai pada wanita usia reproduksi, dan 95% nya bersifat jinak. Sebagian dari kista itu menetap atau bahkan menghilang tanpa pengobatan atau operasi. Sementara menurut dr. Hardi Susanto, spesialis kandungan dan kebidanan dari RS di Jakarta – mengatakan sekitar 20-30% kista berpotensi menjadi ganas.

Baca Juga : Cara Mengendalikan Penyakit Psoriasis Dengan Benar

Beberapa ahli mencurigai kista ovarium bertanggung jawab atas terjadinya kanker ovarium pada wanita di atas usia 40 tahun. Mekanisme terjadinya kanker masih belum jelas, sehingga dianjurkan pada wanita yang berusia di atas 40 tahun untuk melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kanker ovarium.

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Angka kematian akibat penyakit kanker ovarium cukup tinggi karena penyakit ini awalnya tanpa gejala dan tanpa menimbulkan keluhan. Pada stadium lanjut baru penderita merasakan gejalanya. Dan salah satu tanda bahwa kista ovarium menjadi ganas adalah adanya pembesaran kista yang cepat dalam waktu yang singkat.

Penyakit kista ovarium juga disebut sebagai silent killer. Dan sayangnya, sampai saat ini masih belum ada cara deteksi dini yang sederhana untuk memeriksa adanya keganasan kanker ovarium. Berbeda dengan kanker serviks yang bisa dideteksi dini dengan papsmear. Cara pemeriksaan kista ovarium dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tanda yang dialaminya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista.

Untuk mengonfirmasi tipe kista ovarium, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium, lalu melihat ovarium melalui USG, pemeriksaan patologi anatomi (PA), MRI, CT-Scan, laparoskopi atau melalui operasi. Apabila telah masuk pada stadium ganas, maka diperlukan pemeriksaan tumor marker.

Baca Juga : Benarkah Vitiligo Bisa Terjadi Pada Anak-Anak?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menentukan apakah kista ovarium yang anda derita bersifat jinak atau ganas, berdasarkan pemeriksaan fisik kista dikatakan jinak bila :

  • Pergerakkan mudah digerakkan.
  • Konsistensi atau isinya kistik.
  • Terdapat hanya di 1 sisi atau 2 sisi tubuh.
  • Permukaan halus dan tidak berdungkul.

Sementara itu, kista dikatakan ganas bila :

  • Pergerakkan sulit digerakkan (menetap).
  • Konsistensi atau isinya padat.
  • Terdapat di  2 sisi tubuh.
  • Permukaan berdungkul-dungkul

Sementara berdasarkan hasil radiografi, kista dikatakan jinak bila :

  • Kista sederhana dengan ukuran kurang dari 10 cm.
  • Tebal sekat kurang dari 3 mm.
  • 1 sisi.
  • Tidak membentuk massa di perut.

Dan kista dikatakan ganas bila :

  • Tumor solid (padat) atau campuran.
  • Banyak sekat dan tebal sekat (dinding) lebih dari 3 mm.
  • 2 sisi.
  • Membentuk massa di perut (asites).

Lalu berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi (PA), sel-selnya dikatakan jinak bila :

  • Tidak ada perlekatan sehingga mudah digerakkan.
  • Kapsul (pembungkus) kista utuh.
  • Dan dikatakan ganas bila :
  • Ada perlekatan sehingga sulit digerakkan.
  • Kapsul (pembungkus) kista tidak utuh / pecah / rupture.

Upaya harus dilakukan untuk mengetahui secara dini penyakit kista ovarium ini, sehingga penderita tidak memasuki stadium yang terlalu berbahaya dan pengobatan yang diberikan masih memberikan hasil yang baik. Dan upaya tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :

  • Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
  • Pemeriksaan USG, bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
  • Pemeriksaan petanda tumor (tumor marker).
  • Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu.

Dan pemeriksaan di atas sangat dianjurkan terutama bagi para wanita yang memiliki risiko kanker ovarium, yaitu :

  • Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat.
  • Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil.
  • Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium.
  • Wanita penderita kanker payudara dan kolon.

Jadi, Apakah Kista Ovarium Bisa Berubah Menjadi Kanker? Ya, Bisa. Oleh karena itu bagi para wanita, bila terdapat gangguan-gangguan yang berhubungan dengan organ-organ reproduksi anda, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan lainnya, segera perisakan ke dokter.

Sementara itu, untuk mengobati kista ovarium, ada rekomendasi yang tepat dari pakar kesehatan reproduksi ternama Indonesia – Boyke Dian Nugraha – yaitu Ladyfem. Ladyfem ini merupakan obat herbal yang diformulasikan khusus untuk mengatasi berbagai macam masalah kewanitaan, termasuk kista. Khasiatnya dalam mengobati kista pun sudah teruji dan terbukti, sudah banyak testimoninya. Kualitasnya pun tidak perlu diragukan lagi, karena Ladyfem sudah terdaftar di BPOM RI.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjutnya, atau jika anda ingin berkonsultasi, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin OBAT HERBAL PSORIASIS

 

Baca artikel menarik lainnya :

Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium?
Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium?
Adakah Makanan yang Bisa Menyebabkan Kista Ovarium?
Adakah Makanan yang Bisa Menyebabkan Kista Ovarium?
Apakah Penderita Kista Ovarium Masih Bisa Hamil?
Apakah Penderita Kista Ovarium Masih Bisa Hamil?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *